HAJJAH… Ibu-ibu Muslimah tentu sangat mengidamkan gelar ini. Gelar yang merupakan simbol kesempurnaan Islam bagi seseorang yang diperoleh dengan susah payah utamanya dari segi materi. Namun di Sidrap (salah satu kota di Sulsel) gelar HAJJAH merupakan simbol kesombongan dan kecongkakan sebagian besar ibu-ibu yang lupa diri (tidak semuanya).

Semalam, dengan mata kepala sendiri saya menyaksikan para ibu-ibu HAJJAH (gelar yang tidak pantas mereka sandang) lengkap dengan atribut (penutup kepala, dll) HAJJAH dan segala macam perhiasan bergelayut di seluruh tubuh mereka berjoged ramai-ramai diiringi alunan musik dangdut organ tunggal dengan suara serak seorang HAJJAH yang lain (sebenarnya lebih pantas jadi biduan) di acara pesta perkawinan putri salah seorang HAJJAH pula (Astaghfirullah). Disela-sela suara bising irama dangdut, salah seorang HAJJAH berteriak “Haji (HAJJAH) yang belum naik berjoged di panggung dilarang pulang……!”, sekedar catatan, saat itu jam menunjukkan pukul 22.15 malam, waktu yang sebenarnya sudah cukup larut untuk seorang ibu-ibu apalagi para HAJJAH tadi rata-rata sudah paruh baya (kalo gak mau dibilang tua). Apa yang dilakukan suami-suami mereka saat itu?. Saya mengenal salah seorang diantara ibu-ibu HAJJAH itu, suaminya adalah seorang Muslim yang sangat taat beribadah, shalat lima waktu tidak pernah ketinggalan di Masjid, tapi sayang beliau tidak tahu (atau pura-pura tidak tahu) kelakuan istrinya, sungguh menyedihkan. Mereka benar-benar sudah lupa diri bahkan shalat Isya pun belum mereka laksanakan (mereka berkumpul sesudah Maghrib).

Sebelum acara dangdutan tadi digelar, para ibu-ibu HAJJAH berkumpul untuk mengundi arisan siapa di antara mereka yang keluar. “Arisan Haji (HAJJAH)” adalah sebuah arisan yang dilaksanakan oleh kelompok para ibu-ibu HAJJAH (yang bukan HAJJAH tidak bisa ikut) yang diikuti oleh puluhan bahkan ratusan anggota. Arisannya pun tidak tanggung-tanggung, satu kali menang arisan bisa mencapai ratusan juta (Wow…). Pada acara tujuh belasan kemarin para ibu-ibu HAJJAH tadi juga membuat beberapa kelompok HAJJAH di acara lomba gerak jalan, dimana saat lomba mereka juga berpakaian lengkap dengan atribut HAJJAH-nya dan tidak ketinggalan semua perhiasan yang menghiasi sekujur tubuhnya. Pokoknya setiap ada kegiatan, mereka tidak pernah ketinggalan untuk gaya-gayaan, kesempatan agar masyarakat tahu mereka sudah menyandang gelar HAJJAH, gelar yang sangat mereka bangga-banggakan (Naudzu billah min zalik….

Tulisan ini saya buat sama sekali tidak ada maksud untuk menjelek-jelekkan kampung halaman saya sendiri, ladewa adalah anak Sidrap yang bangga akan tempat kelahirannya, tapi ladewa juga adalah seorang muslim yang sangat prihatin melihat kelakuan orang-orang Islam  yang dengan atribut Islamnya melukai Islam itu sendiri.

Ya Allah, Jauhkanlah keluargaku dari hal-hal yang demikian. Kasihan sekali para ibu-ibu itu, semoga Allah memberikan petunjuk-Nya.

2 komentar

  1. Anonim Says:
  2. ckckck.... semoga Tuhan memberikan hidayahnya kepada mereka, emang mas ladewa orang sidrap ya?

     
  3. Rela Rahmah Says:
  4. y Allah, gelar Hajjah malah dipamer-pamerin gitu.. ckck

     

Posting Komentar

Berikan komentar anda tentang artikel di atas, komentar yang tidak sopan/spam tidak akan dipublikasikan :

.

http://Link-exchange.comxa.com literatur islam, info software dan hardware, tips blogger, syiah sesat, sejarah islam nusantara Kostenlose Backlinks bei http://www.backlink-clever.de

Subscribe here