Tampilkan postingan dengan label Solusi Hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solusi Hardware. Tampilkan semua postingan

Di dalam harddisk, ada sebuah file yang disebut MBR (Master Boot Record). File ini berada di byte pertama dan sektor pertama harddisk; pokoknya benar-benar pertama. Maklum, MBR inilah yang menjadi penanda keberadaan harddisk. Jika dianalogikan, MBR ini seperti peta yang menuntun BIOS menemukan harddisk.

Namun berbagai hal bisa menyebabkan MBR tersebut rusak, seperti terkena virus atau terformat tidak sengaja. Jika itu terjadi, sistem operasi pun kehilangan penunjuk jalan yang ditandai dengan munculnya pesan Operating System not found atau missing operating system di layar.

Solusi dari masalah ini adalah dengan mengembalikan file MBR tersebut. Cara paling umum dilakukan adalah melakukan proses recovery dari CD Windows. Caranya, booting ke CD Windows, lalu pilih Repair (dengan menekan tombol R) dan masuk ke Recovery Console. Setelah itu, ketikkan perintah fixmbr untuk mengembalikan file MBR tersebut.

Untuk Windows Vista, konsepnya sama meski prosedurnya sedikit berbeda. Pertama, booting ke DVD Windows Vista, lalu pilih Repair Your Computer. Ketika System Recovery Options muncul, pilih Command Prompt. Setelah muncul jendela Command Prompt, ketik bootrec.exe dan tekan Enter.

Jika CD Windows sudah hilang entah kemana, Anda bisa menggunakan aplikasi dari Rescue Kit 9.0 Express buatan Paragon. Ini adalah aplikasi gratisan yang memiliki fungsi beragam, termasuk mengembalikan MBR. Aplikasi ini bersifat bootable, artinya bisa di-burn ke CD dan menjadi sumber proses booting. Ketika sistem menunjukkan gejala kehilangan MBR, yang harus Anda lakukan adalah booting ke CD berisi Rescue Kit ini. Setelah itu, pilih menu Boot Corrector, ikuti prosedur yang telah ditentukan, dan kasus kehilangan MBR seharusnya telah teratasi.
Sumber : Info Komputer


Pada semua harddisk PATA maupun SATA yang ada di pasaran saat ini, sebenarnya sudah tertanam fitur SMART (Self-Monitoring Analysis and Reporting Technology) yang khusus mendeteksi kesehatan harddisk. Di dalam SMART ada sekitar 30 parameter kesehatan harddisk, mulai dari temperatur, spin-out time, sampai seek error rate. Dari data-data inilah bisa disimpulkan apakah harddisk di PC Anda masih sehat atau sudah sakit-sakitan.
Untuk membaca data SMART ini, kita membutuhkan aplikasi khusus seperti HD Tunes. Fungsi utama aplikasi ini sebenarnya mengukur kecepatan harddisk, namun bisa untuk membaca informasi SMART juga. HD Tunes akan membaca 15 paramater SMART, dengan 3 jenis hasil, yaitu current, worst, dan threshold. Definisi masing-masing hasil itu adalah:
• Current: Keadaan harddisk Anda sekarang
• Worst: angka paling kecil yang pernah ditemukan di harddisk generasi sebelumnya
• Threshold: batas bawah yang menunjukkan harddisk rusak
• Data: data mentah dari sensor atau counter.
Sumber : Info Komputer

.

http://Link-exchange.comxa.com literatur islam, info software dan hardware, tips blogger, syiah sesat, sejarah islam nusantara Kostenlose Backlinks bei http://www.backlink-clever.de

Subscribe here